Menu Login
Artikel Teraktual
- Liputan Tour de Pangandaran III
- Tour de Pangandaran III
- Run Down Tour de Pangandaran III
- Komunitas Pilihan Profesional
- Gowes Perpisahan Broer Adam
- Gowes Wisata Ciungwanara..Seru VS Panas...
- Rental Sepeda di Rumah Sepeda Indonesia
- 60 Manfaat Bersepeda
- Pangandaran Adventure 2011
- FUN BIKE Speedy Tour d'Indonesia 2011
- Liputan B2W day 2011 di Tasikmalaya
- Bike to Work Day 2011 @Tasikmalaya
- Buka Bersama B2W Tasikmalaya 2011
- Pengumuman Gowes Munggahan 24/7/2011
- Undangan FunBike BMPD 17 Juli 2011
Forum Teraktual
Gowesss Bike To Work
cep izal 26.9.2011 13:37
Re:Velg Sepeda MTB
esabara 23.8.2011 8:47
Re:Apa manfaat bersepeda yg sudah Anda rasakan?
Halimount 26.4.2011 21:04
Re:Tips Bersepeda di Tanjakan
Halimount 26.4.2011 20:58
Re:Jalur Salopa Gunung Tanjung
Halimount 26.4.2011 20:57
Re:Sok Ngarabsen didieu...
Halimount 23.4.2011 20:31
Re: mau tanya~
Frankzter 18.3.2011 22:09
Tips n Trick Bunny Hop
prasetya 9.3.2011 10:56
Re:Klasifikasi Sepeda MTB
rhofa 7.3.2011 20:34
Review Rute MTB Jalur Pinus Negla (JPN)
prasetya 5.3.2011 17:35
Catatan Pengunjung







![]() | Today | 134 |
![]() | Yesterday | 1465 |
![]() | This week | 7299 |
![]() | Last week | 6191 |
![]() | This month | 27921 |
![]() | Last month | 47990 |
![]() | All days | 1244116 |
Your IP: 38.107.179.240
,
Today: Feb 23, 2012
Komunitas Pilihan Profesional
Written by Web Master Wednesday, 28 December 2011 00:00
Komunitas Pilihan Profesional
Banyak komunitas yang menjadi bidikan para profesional dan pemasar. Karena dianggap ampuh mengerek popularitas merek, komunitas diajak bekerja sama di bidang bisnis dan sosial. Komunitas mana saja yang paling banyak dicari?
Tak terhitung berapa banyak komunitas yang berdiri di negeri ini, tetapi tak semua menarik untuk digandeng para profesional dan pemasar. Maklumlah, profesional dan pemasar pun pasti memiliki pertimbangan dalam menjalin hubungan dengan komunitas. Selain demi kepentingan (kemajuan) produk atau merek, memilih komunitas juga sangat tergantung pada karakter dan chemistry.
Nah, seperti tahun lalu, bersamaan dengan penyelenggaraan survei komunitas Majalah SWA dan Prasetiya Mulya, tim riset SWA mengadakan survei Indonesia Most Recommended Consumer Community 2011. Riset ini menyurvei kalangan profesional dan pemasar tentang komunitas mana yang mereka rekomendasikan untuk diajak bekerja sama. Rekomendasi tersebut dilihat dari penilaian mereka terhadap komunitas yang mereka ketahui atau berdasarkan pengalaman mereka yang pernah bekerja sama dengan sebuah komunitas. Semakin tinggi nilai total akhir suatu komunitas, semakin baik potensi komunitas tersebut untuk diajak bekerja sama.
Survei dilakukan dari awal sampai pertengahan Oktober 2011 terhadap 200 profesional dan pemasar di Jakarta, meliputi manajer merek, manajer komunikasi pemasaran, serta manajer promosi dan event dari 17 industri seperti produk konsumer, manufaktur, keuangan, perbankan, asuransi, rokok, farmasi, transportasi, pertambangan, telekomunikasi dan TI, otomotif, tempat rekreasi dan olah raga, properti, pendidikan, serta elektronik. Selain level itu, ada juga level general manager, direktur, hingga chief executive officer. Pengambilan data dilakukan melalui telesurvei (telepon) dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Untuk memberi penilaian terhadap komunitas, digunakan tujuh atribut (parameter) untuk mengukurnya. Pertama, atribut soliditas komunitas seperti anggota yang kompak serta telah memiliki logo/identitas, AD/ART dan alamat resmi. Kedua, manfaat bagi anggota seperti wadah beraktivitas, solusi, membangun jejaring, dan akses. Ketiga, kepedulian terhadap lingkungan dan sosial seperti melakukan aksi penghijauan dan donor darah.
Keempat, kehebatan di bidangnya, seperti komunitas X diakui kehebatannya di bidang X di antara komunitas sejenis. Kelima, kesediaan menerima hal baru seperti hadirnya produk dengan teknologi baru, ide dan pengetahuan. Keenam, kemampuan bekerja sama (profesionalisme dalam bekerja sama). Ketujuh, kontribusi terhadap merek, misalnya mendukung peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, brand building. Bagaimana hasil surveinya?
Komunitas yang paling direkomendasikan dan bertengger di posisi teratas lagi-lagi Bike to Work (B2W). Komunitas pencinta bersepeda ke tempat kerja ini sudah tiga tahun berturut-turut berada di posisi pertama dan belum tergoyahkan. Pada survei tahun ini, B2W mencetak skor tertinggi, 7,60. Bahkan, pada tujuh parameter yang diukur, komunitas ini mencetak skor tertinggi di antara komunitas lain.
Wajar, komunitas yang kini telah berusia enam tahun ini bertengger di posisi wahid karena memang rajin mengadakan acara dengan menggandeng sejumlah perusahaan sebagai sponsor. Misalnya, yang terbaru, perayaan Bike to Work Day 2011 yang digelar besar-besaran dan dilakukan secara serentak di 160 kota di mana B2W berada. Dalam acara ini, ada pemberian 1.000 unit sepeda kepada anak-anak kurang mampu di seluruh wilayah Indonesia, donor darah, kemah komunitas sepeda, bike rally dan panggung musik.
Yang menarik dalam survei kali ini, terjadi pergeseran pemenang untuk urutan kedua dan seterusnya. Ada komunitas yang naik dan turun peringkat, ada juga yang terlempar tak masuk nominasi lagi. Adapun komunitas yang masuk 10 besar survei 2011 ini secara berurutan adalah B2W, Kaskus, Bogasari Baking Centre, Forum Pembaca Kompas, id-BlackBerry, Jalan Sutra, Yaris Groovy Nation, Sahabat Nestle, Milanisti Indonesia, dan Avanza Xenia Indonesia Club.
Bandingkan dengan survei yang sama tahun 2010, sepuluh besarnya adalah B2W, Nippon Club, Honda Tiger Mailling List, Harley Davidson Club Indonesia, Bangomania, Kaskus, Id-Blackberry, Forum Pembaca Kompas, Innova Community dan Komunitas Historia Indonesia. Dengan demikian, terlihat komunitas mana yang tetap direkomendasikan dan mana yang tak lagi direkomendasikan oleh para profesional.
Dari perbandingan survei itu terlihat ada komunitas yang naik peringkat seperti Kaskus dari posisi 6 tahun lalu menjadi posisi 2 di tahun ini. Lalu, Forum Pembaca Kompas dari nomor 8 menjadi nomor 4. id-Blackberry dari nomor 7 jadi nomor 5. Sementara itu, yang terjembab adalah Nippon Club dari nomor 2 di 2010 dan pada survei tahun ini tidak masuk nominasi. Nasib serupa juga dialami Bangomania, dari posisi 5 dan tahun ini tak masuk nominasi. Adapun Honda Tiger Mailling List dan Harley Davidson Club Indonesia tahun lalu masuk lima besar dan tahun ini harus puas di 20 besar.
Berdasarkan hasil survei, diketahui pula bahwa atribut terkuat yang dimiliki semua komunitas adalah soliditas komunitas, manfaat komunitas anggota dan kepedulian sosial/lingkungan. Ketiga parameter ini selalu terkuat dalam survei yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Temuan tersebut tidak mengejutkan. Pasalnya, profesional mau berkumpul di komunitas tersebut umumnya karena didasari kesamaan kepentingan dan keinginan mendapatkan manfaat.
Selain itu, berdasarkan hasil survei, komunitas yang hidup di Indonesia biasanya merupakan kumpulan pelanggan atau pengguna poduk/merek/perusahaan tertentu. Malah tak jarang komunitas tersebut merupakan kepanjangan tangan perusahaan. Akan tetapi, ada juga komunitas independen, tidak menginduk pada produk tertentu, tetapi cukup berpengaruh dan besar, seperti B2W dan Kaskus.
Ada pula komunitas independen yang menjadi tambang uang bagi anggotanya, tak lagi sekadar menyalurkan hobi. Misalnya, Masyakarat Komik Indonesia (MKI), yang pernah bekerja sama dengan Telkomsel menjadi penyedia konten digital yang bisa diunduh dari telepon genggam. Selain itu, ada sejumlah perusahaan yang memesan komik sesuai dengan produk mereka. Salah satunya, produsen susu Milo. Komik yang berukuran kecil itu diselipkan di dalam kotak susu. “Itu semua yang membuat banyak studio komik hidup,” kata Rizqi Rinaldy Mosmarth, Ketua MKI 2009-12.
SUMBER : http://www.dedesuryadi.com/?p=384












